Oleh : Syaikh Musthafa Az Zarqa rahimahullah
Pakar Fiqih Internasional dan Penerima King Faisal Price Tahun 1984
Saya tidak menemukan dalam perbedaan para ulama syariah kontemporer sesuatu yang lebih mengherankan daripada perbedaan tajam mereka dalam hal yang seharusnya tidak layak diperselisihkan, yaitu tentang penggunaan hisab falaki (perhitungan astronomi) pada zaman kita sekarang untuk menentukan masuknya bulan qamariyah guna menetapkan hukum-hukum syariat yang terkait dengannya. Ya, saya menegaskan maksud saya khusus pada zaman kita ini, karena saya tidak mengingkari sikap negatif para ulama salaf kita dahulu yang tidak bersandar pada hisab falaki dalam masalah ini. Bahkan seandainya saya hidup pada zaman mereka, saya pun akan berpendapat seperti mereka.
Namun saya sangat tidak dapat menerima sikap negatif para tokoh syariah pada zaman ini, yaitu zaman ketika para ilmuwan telah menjelajahi cakrawala luar angkasa, dan pencapaian paling sederhana mereka adalah mendarat di bulan, kemudian menempatkan satelit-satelit pada orbit tertentu di sekitar bumi untuk berbagai tujuan: ilmiah, militer, dan pengintaian. Bahkan mereka melakukan berbagai perjalanan luar angkasa, keluar dari wahana mereka untuk berjalan-jalan di ruang angkasa di luar atmosfer bumi dan di luar jangkauan gravitasi bumi, bahkan menarik kembali satelit-satelit yang beredar untuk memperbaiki gangguan yang terjadi padanya ketika berada di ruang angkasa.
Saya yakin bahwa para ulama salaf terdahulu yang tidak menerima penggunaan hisab falaki karena alasan-alasan yang akan saya sebutkanโmengutip dari merekaโseandainya mereka hidup pada zaman kita dan menyaksikan perkembangan ilmu astronomi yang luar biasa presisi dan ketelitiannya, niscaya mereka akan mengubah pendapatnya. Sebab Allah telah menganugerahkan kepada mereka keluasan wawasan dalam memahami tujuan-tujuan syariah yang tidak diberikan kepada pengikut mereka di masa-masa belakangan. Jika pengamatan astronomi dan perhitungannya pada masa lalu belum cukup akurat dan dapat dipercaya untuk dijadikan sandaran, apakah pantas hukum itu tetap diberlakukan pada zaman kita sekarang?
Barangkali ada yang mengatakan bahwa penolakan terhadap penggunaan hisab falaki dalam menentukan awal bulan qamariyah bukan karena meragukan ketepatan dan keakuratannya, melainkan karena syariat Islam melalui lisan Rasulullah ๏ทบ telah mengaitkan kelahiran hilal dan masuknya bulan qamariyah dengan rukyat (penglihatan langsung). Hal itu berdasarkan sabda beliau ๏ทบ dalam hadis sahih dari Ibnu Umar ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง: โBerpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. Jika tertutup mendung maka perkirakanlah.โ Dalam riwayat lain yang juga sahih: โJika tertutup mendung maka sempurnakanlah hitungan tiga puluh.โ
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim disebutkan: โJika tertutup mendung maka perkirakanlah tiga puluh,โ yang merupakan penjelasan atas makna โperkirakanlahโ yang disebut secara mutlak pada riwayat pertama.
Dalam riwayat lain dari Bukhari, Muslim, dan an-Nasaโi dari Abu Hurairah ุฑุถู ุงููู ุนูู disebutkan: โApabila kalian melihat hilal maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah. Jika tertutup mendung maka berpuasalah tiga puluh hari.โ
Semua riwayat yang datang dari Nabi ๏ทบ dalam masalah ini mengaitkan puasa dan berbuka dengan melihat hilal baru. Dan makna โmemperkirakanโ ketika penglihatan terhalang oleh mendung, kabut, atau penghalang lainnya adalah menyempurnakan bulan yang sedang berjalan (Syaโban atau Ramadan) menjadi tiga puluh hari. Tidak boleh dihukumi dua puluh sembilan hari kecuali dengan rukyat. Ini termasuk urusan ibadah yang hukum-hukumnya dibangun atas nash secara taโabbudi tanpa melihat illat dan tanpa penggunaan qiyas.
Inilah hujah pihak yang tidak menerima penggunaan hisab falaki dalam menentukan awal bulan qamariyah, walaupun hisab itu mencapai tingkat kepastian melalui kemajuan sarana ilmiah.
Analisis masalah hisab falaki secara rasional dan fikih
Kami mengatakan bahwa semua itu kami terima dan dikenal dalam kaidah syariah dan ushul fikih tentang ibadah. Tidak ada ruang perdebatan di dalamnya. Namun hal itu berlaku pada nash-nash yang datang secara mutlak tanpa menyebutkan illat. Apabila nash itu sendiri menyebutkan illat yang datang bersamanya dari sumbernya, maka keadaannya berbeda. Illat tersebut berpengaruh dalam memahami nash dan dalam kaitan hukum dengannya, ada dan tidaknya dalam penerapan, sekalipun masalahnya termasuk ibadah.
Untuk memperjelas, kami katakan bahwa hadis Nabi yang disebutkan tadi bukan satu-satunya nash dalam masalah ini. Ada riwayat-riwayat sahih lain yang menjelaskan illat perintah beliau untuk bergantung pada rukyat hilal guna mengetahui masuknya bulan baru yang menjadi dasar kewajiban-kewajiban seperti puasa dan lainnya.
(Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi ๏ทบ bersabda: โSesungguhnya bulan itu dua puluh sembilan hari.โ)
Dan dalam riwayat Ibnu Umar ุฑุถู ุงููู ุนูู disebutkan bahwa Nabi ๏ทบ bersabda: โSesungguhnya kami adalah umat yang ummi, tidak menulis dan tidak menghitung. Bulan itu begini dan beginiโฆโ (yakni terkadang 29 dan terkadang 30 hari).
Maknanya, beliau menunjukkan dengan kedua tangannya bahwa bulan terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari.
Riwayat inilah yang menjadi inti pembahasan. Nabi ๏ทบ menjelaskan bahwa alasan beliau memerintahkan rukyat adalah karena umat saat itu ummi, tidak menulis dan tidak menghitung. Tidak ada jalan lain untuk mengetahui awal dan akhir bulan selain dengan melihat hilal.
Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa maksud โtidak menulis dan tidak menghitungโ adalah kebanyakan umat Islam saat itu tidak memiliki kemampuan tersebut. Dan hisab yang dimaksud adalah hisab pergerakan bintang (astronomi), yang pengetahuan mereka saat itu sangat terbatas. Maka hukum puasa dikaitkan dengan rukyat untuk menghindari kesulitan dalam perhitungan.
Ibnu Hajar juga menyatakan bahwa hukum ini tetap berlaku meskipun setelahnya ada yang mengetahui hisab, dan secara zahir teks menunjukkan tidak dikaitkannya hukum dengan hisab sama sekali.
Para ulama seperti al-โAini, Ibn Battal, al-Qasthalani, dan as-Sindi juga menjelaskan bahwa pengaitan hukum dengan rukyat adalah untuk menghindari kesulitan dan agar ibadah dikaitkan dengan tanda yang jelas dan mudah diketahui semua orang.
Dari sini jelas bahwa rukyat bukanlah ibadah pada dirinya sendiri, melainkan sarana yang memungkinkan saat itu.
Konsekuensinya, seandainya Rasulullah ๏ทบ dan kaum Arab saat itu memiliki ilmu dan hisab astronomi yang presisi sehingga mampu mengetahui kelahiran hilal secara pasti, niscaya mereka dapat menggunakannya. Demikian pula siapa saja yang memiliki ilmu dengan tingkat presisi yang dapat dipercaya. (Hisab yang pasti tentu lebih akurat daripada kesaksian dua orang yang mungkin keliru atau tertipu penglihatan.)
Sebagian ulama salaf bahkan berpendapat bahwa ahli hisab boleh mengamalkannya untuk dirinya sendiri, seperti Mutarrif bin Abdullah.
Penulis kemudian menjelaskan bahwa menyempurnakan tiga puluh hari saat tertutup mendung bukan berarti bulan itu pasti tiga puluh hari secara hakiki, tetapi itu cara praktis karena tidak ada sarana lain saat itu.
Sebab penolakan ulama terdahulu terhadap hisab
Para ulama dahulu menolak hisab karena pada zaman mereka ilmu falak masih bersifat dugaan dan pendekatan (hads dan takhmin), belum pasti dan presisi. Selain itu, hisab sering bercampur dengan praktik perbintangan (astrologi), perdukunan, dan sihir.
Ibnu Hajar, an-Nawawi, Ibn Taimiyah dan lainnya menjelaskan bahwa hisab pada masa itu tidak pasti dan penuh perkiraan. Bahkan Ibn Taimiyah sangat keras terhadap penggunaan hisab karena khawatir bercampur dengan astrologi yang dilarang.
Namun pada zaman sekarang, ilmu astronomi telah terpisah sepenuhnya dari astrologi. Ia berdiri di atas observatorium modern, teleskop raksasa, dan perhitungan presisi yang sangat akurat hingga sepersekian detik.
Maka apakah layak disamakan dengan kondisi masa lalu yang masih bersifat dugaan?
Pendapat akhir penulis
Penulis menyimpulkan empat poin utama:
1.โ โ Illat perintah rukyat adalah karena umat saat itu ummi dan tidak memiliki hisab yang akurat.
2.โ โ Penolakan ulama dahulu karena hisab saat itu bersifat dugaan dan tidak presisi.
3.โ โ Hisab dulu bercampur dengan astrologi dan praktik terlarang.
4.โ โ Pada zaman modern, hisab astronomi telah mencapai tingkat kepastian ilmiah yang sangat tinggi dan terpisah dari astrologi.
Karena itu, menurut penulis (Syekh Mustafa az-Zarqa ุฑุญู ู ุงููู), tidak ada penghalang syarโi untuk menggunakan hisab falaki yang pasti pada zaman ini.
โ
Teks Arab Asli
ูู
ุงุฐุง ุงูุงุฎุชูุงู ุญูู ุงูุญุณุงุจ ุงูููููุ
ูุง ุฃุฌุฏ ูู ุงุฎุชูุงู ุนูู
ุงุก ุงูุดุฑูุนุฉ ุงูุนุตุฑููู ู
ุง ูุฏุนู ุฅูู ุงูุงุณุชุบุฑุงุจ ุฃุบุฑุจ ู
ู ุงุฎุชูุงููู
ุงูุดุฏูุฏ ููู
ุง ูุง ูุฌูุฒ ููู ุงูุงุฎุชูุงู ุญูู ุงุนุชู
ุงุฏ ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ูู ุนุตุฑูุง ูุฐุงุ ูุชุญุฏูุฏ ุญููู ุงูุดูุฑ ุงููู
ุฑู ูุชุฑุชูุจ ุฃุญูุงู
ู ุงูุดุฑุนูุฉ. ูุนู
ุฃุคูุฏ ุนูู ูุตุฏู ุนุตุฑูุง ูุฐุง ุจุงูุฐุงุชุ ุฐูู ูุฃููู ูุง ุฃุณุชุจุนุฏ ุงูู
ููู ุงูุณูุจู ูุนูู
ุงุก ุณูููุง ู
ู ุนุฏู
ุชุนููููู
ุนูู ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ูู ูุฐุง ุงูู
ูุถูุนุ ุจู ุฅููู ูู ููุช ูู ุนุตุฑูู
ูููุช ุจููููู
.
ูููู ุฃุณุชุจุนุฏ ูู ุงูุงุณุชุจุนุงุฏ ู
ููู ุงูุณูุจููู ู
ู ุฑุฌุงู ุงูุดุฑูุนุฉ ูู ูุฐุง ุงูุนุตุฑุ ุงูุฐู ุงุฑุชุงุฏ ุนูู
ุงุคู ุขูุงู ุงููุถุงุก ุงูููููุ ูุฃุตุจุญ ุฃุตุบุฑ ุฅูุฌุงุฒุงุชูู
ุงููุฒูู ุฅูู ุงููู
ุฑุ ุซู
ูุถุน ุฃูู
ุงุฑ ุตูุงุนูุฉ ูู ู
ุฏุงุฑุงุช ููููุฉ ู
ุญุฏุฏุฉ ุญูู ุงูุฃุฑุถ ูุฃุบุฑุงุถ ุดุชู: ุนูู
ูุฉ ูุนุณูุฑูุฉ ูุชุฌุณุณูุฉุ ุซู
ุงูููุงู
ุจุฑุญูุงุช ูุถุงุฆูุฉ ู
ุชููุนุฉ ุงูุฃุญุฏุงุซุ ูุงูุฎุฑูุฌ ู
ู ู
ุฑุงูุจูุง ููุณูุงุญุฉ ูู ุงููุถุงุก ุฎุงุฑุฌ ุงูุบูุงู ุงูุฌูู ุงูุฐู ูุบูู ุงูุฃุฑุถุ ูุฎุงุฑุฌ ูุทุงู ุงูุฌุงุฐุจูุฉ ุงูุฃุฑุถูุฉุ ุซู
ุณุญุจ ุจุนุถ ุงูุฃูู
ุงุฑ ุงูุตูุงุนูุฉ ุงูุฏูุงุฑุฉ ูุฅุตูุงุญ ู
ุง ูุทุฑุฃ ุนูููุง ู
ู ุงุฎุชูุงู ููู ูู ุงููุถุงุก.
ุฅูู ุนูู ูููู ุฃู ุนูู
ุงุก ุณูููุง ุงูุฃููููุ ุงูุฐู ูู
ููุจููุง ุงุนุชู
ุงุฏ ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ููุฃุณุจุงุจ ุงูุชู ุณุฃุฐูุฑูุง ูุฑูุจูุง -ูููุงู ุนููู
- ูู ุฃููู
ููุฌุฏูุง ุงูููู
ูู ุนุตุฑูุง ูุฐุงุ ูุดุงูุฏูุง ู
ุง ูุตู ุฅููู ุนูู
ุงูููู ู
ู ุชุทูุฑ ูุถุจุท ู
ุฐูู ูุบูุฑูุง ุฑุฃููู
ุ ูุฅู ุงููู ูุฏ ุขุชุงูู
ู
ู ุณุนุฉ ุงูุฃูู ุงูููุฑู ูู ููู
ู
ูุงุตุฏ ุงูุดุฑูุนุฉ ู
ุง ูู
ูุคุช ู
ุซููู ุฃุชุจุงุนููู
ุงูู
ุชุฃุฎุฑููุ ูุฅุฐุง ูุงู ุงูุฑุตุฏ ุงููููู ูุญุณุงุจุงุชู ูู ุงูุฒู
ู ุงูู
ุงุถูุ ูู
ููู ูู ู
ู ุงูุฏูุฉ ูุงูุตุฏู ู
ุง ูููู ููุซูุฉ ุจู ูุงูุชุนููู ุนูููุ ููู ูุตุญ ุฃู ููุณุญุจ ุฐูู ุงูุญูู
ุนููู ุฅูู ููู
ูุง ูุฐุงุ
ููุนู ูุงุฆูุงู ูููู: ุฅู ุนุฏู
ูุจูู ุงูุงุนุชู
ุงุฏ ุนูู ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ูู ุชุญุฏูุฏ ุฃูุงุฆู ุงูุดููุฑ ุงููู
ุฑูุฉุ ููุณ ุณุจุจู ุงูุดู ูู ุตุญุฉ ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ูุฏูุชูุ ูุฅูู
ุง ุณุจุจู ุฃู ุงูุดุฑูุนุฉ ุงูุฅุณูุงู
ูุฉ ุจูุณุงู ุฑุณูููุง -๏ทบ- ูุฏ ุฑุจุทุช ู
ููุงุฏ ุงูุฃููุฉ ูุญููู ุงูุดููุฑ ุงููู
ุฑูุฉ ุจุงูุฑุคูุฉ ุงูุจุตุฑูุฉุ ูุฐูู ุจูููู -๏ทบ- ูู ุญุฏูุซู ุงูุซุงุจุช ุนู ุงุจู ุนู
ุฑ -ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง-: โุตูู
ูุง ูุฑุคูุชู -ุฃู ุงูููุงู- ูุฃูุทุฑูุง ูุฑุคูุชูุ ูุฅุฐุง ุบู
ูู ุนูููู
ูุงูุฏุฑูุง ูู. ููู ุฑูุงูุฉ ุซุงุจุชุฉ ุฃูุถูุง: โูุฅู ุบูู
ูู ุนูููู
ูุฃููู
ูุง ุงูุนุฏุฉ ุซูุงุซููโ.
ููุฏ ุฃุฎุฑุฌ ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุงูุจุฎุงุฑู ูู
ุณูู
. ููู ุฑูุงูุฉ ูู
ุณูู
: โูุฅู ุบู
ุนูููู
ูุงูุฏุฑูุง ุซูุงุซููโุ ููู ุชูุณูุฑ ูู
ุนูู ุงูุชูุฏูุฑ ุงูู
ุทูู ุงููุงุฑุฏ ูู ุงูุฑูุงูุฉ ุงูุฃููู.
ููู ุฑูุงูุฉ ุฃุฎุฑู ุนูุฏ ุงูุจุฎุงุฑู ูู
ุณูู
ูุงููุณุงุฆู ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ -ุฑุถู ุงููู ุนูู-: โุฅุฐุง ุฑุฃูุชู
ุงูููุงู ูุตูู
ูุงุ ูุฅุฐุง ุฑุฃูุชู
ูู ูุฃูุทุฑูุงุ ูุฅู ุบูู
ูู ุนูููู
ูุตูู
ูุง ุซูุงุซูู ููู
ูุงโ.
ูุฌู
ูุน ุงูุฑูุงูุงุช ุงููุงุฑุฏุฉ ุนู ุงููุจู -๏ทบ- ูู ูุฐุง ุงูุดุฃู ูุฏ ุฑุจุท ูููุง ุงูุตูู
ูุงูุฅูุทุงุฑ ุจุฑุคูุฉ ุงูููุงู ุงูุฌุฏูุฏ. ูุฅู ุงููุฏุฑ ุฃู ุงูุชูุฏูุฑ ุนูุฏู
ุง ุชู
ุชูุน ุงูุฑุคูุฉ ุงูุจุตุฑูุฉ ูุนุงุฑุถ ูุญุฌุจูุง ู
ู ุบูู
ุฃู ุถุจุงุจ ุฃู ู
ุงูุน ุขุฎุฑุ ู
ุนูุงู: ุฅูู
ุงู ุงูุดูุฑ ุงููุงุฆู
-ุดุนุจุงู ุฃู ุฑู
ุถุงู- ุซูุงุซูู ููู
ูุงุ ููุง ูุญูู
ุจุฃูู ุชุณุนุฉ ูุนุดุฑูู ุฅูุง ุจุงูุฑุคูุฉ. ููุฐุง ู
ู ุดุคูู ุงูุนุจุงุฏุงุช ุงูุชู ุชุจูู ูููุง ุงูุฃุญูุงู
ุนูู ุงููุต ุชุนุจุฏูุง ุฏูู ูุธุฑ ุฅูู ุงูุนููุ ููุง ุฅุนู
ุงู ููุฃููุณุฉ.
ูุฐู ุญุฌุฉ ู ู ูุง ููุจููู ุงูุงุนุชู ุงุฏ ุนูู ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ูู ุชุญุฏูุฏ ุฃูุงุฆู ุงูุดููุฑ ุงููู ุฑูุฉุ ููู ุจูุบ ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ู ู ุงูุตุญุฉ ูุงูุฏูุฉ ู ุจูุบ ุงููููู ุจุชูุฏู ูุณุงุฆูู ุงูุนูู ูุฉ.
ุชุญููู ู
ูุถูุน ุงูุญุณุงุจ ุงููููู ูููู
ู ุนููุงู ูููููุง
ููุญู ูููู ุจุฏูุฑูุง: ุฅู ูู ุฐูู ู
ุณูู
ุจู ูุฏููุงุ ููู ู
ุนุฑูู ูู ููุงุนุฏ ุงูุดุฑูุนุฉ ูุฃุตูู ููููุง ุจุดุฃู ุงูุนุจุงุฏุงุชุ ููุง ู
ุฌุงู ููุฌุฏู ูููุ ููููู ู
ูุฑูุถ ูู ุงููุตูุต ุงูุชู ุชููู ุฅูููุง ู
ุทููุฉ ุบูุฑ ู
ุนููุฉุ ูุฅุฐุง ูุฑุฏ ุงููุต ููุณู ู
ุนููุงู ุจุนูุฉ ุฌุงุกุช ู
ุนู ู
ู ู
ุตุฏุฑูุ ูุฅู ุงูุฃู
ุฑ ุญููุฆุฐ ูุฎุชููุ ููููู ููุนูุฉ ุชุฃุซูุฑูุง ูู ููู
ุงููุต ูุงุฑุชุจุงุท ุงูุญูู
ุจูุง ูุฌูุฏูุง ูุนุฏู
ูุง ูู ุงูุชุทุจููุ ููู ูุงู ุงูู
ูุถูุน ู
ู ุตู
ูู
ุงูุนุจุงุฏุงุชุ ูููู ุชุชุถุญ ููุง ุงูุฑุคูุฉ ุงูุตุญูุญุฉ ูู ุงูู
ูุถูุน ูููู: โุฅู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุงููุจูู ุงูุดุฑูู ุงูุขูู ุงูุฐูุฑ ููุณ ูู ุงููุต ุงููุญูุฏ ูู ุงูู
ูุถูุนุ ุจู ููุงู ุฑูุงูุงุช ุฃุฎุฑู ุซุงุจุชุฉ ุนู ุงูุฑุณูู -๏ทบ- ุชูุถููุญ ุนูุฉ ุฃู
ุฑู ุจุงุนุชู
ุงุฏ ุฑุคูุฉ ุงูููุงู ุงูุจุตุฑูุฉ ููุนูู
ุจุญููู ุงูุดูุฑ ุงูุฌุฏูุฏุ ุงูุฐู ููุทุช ุจู ุงูุชูุงููู ูุงูุฃุญูุงู
ุ ู
ู ุตูุงู
ูุบูุฑู.
ููุฏ ุฃุฎุฑุฌ ุงูุฅู ุงู ู ุณูู ูู ุตุญูุญู ุนู ุฃู ุณูู ุฉ -ุฑุถู ุงููู ุนููุง- ูู ูุชุงุจ ุงูุตูุงู ุ ุจุงุจ ุงูุตูู ูุฑุคูุฉ ุงูููุงู: ุฃู ุฑุณูู ุงููู -๏ทบ- ูุงู: โุฅู ุงูุดูุฑ ูููู ุชุณุนุฉ ูุนุดุฑูู ููู ูุง.
ูุฃุฎุฑุฌ ุฃูุถูุง ุจุนุฏู ุนู ุงุจู ุนู ุฑ -ุฑุถู ุงููู ุนูู- ุฃู ุงููุจู -๏ทบ- ูุงู: โุฅูุง ุฃู ุฉ ุฃู ูุฉ ูุง ููุชุจ ููุง ูุญุณุจุ ุงูุดูุฑ ููุฐุง ูููุฐุงุ ูุนูุฏ ุงูุฅุจูุงู ูู ุงูุซุงูุซุฉ (ุฃู: ุทูุงู) ูุงูุดูุฑ ููุฐุง ูููุฐุง ูุนูู ุชู ุงู ุงูุซูุงุซูู.
ูู ูุงุฏ ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุฃูู -๏ทบ- ุฃุดุงุฑ (ุฃููุงู) ุจููุชุง ูุฏูู ูุจุฃุตุงุจุนู ุงูุนุดุฑ ุซูุงุซ ู ุฑุงุชุ ูุทูู ูู ุงูุซุงูุซุฉ ุฅุจูุงู ู ุนูู ุฑุงุญุชู ูุชุจูู ุงูุฃุตุงุจุน ูููุง ุชุณุนูุงุ ูุฅูุงุฏุฉ ุฃู ุงูุดูุฑ ูุฏ ูููู ุชุณุนุฉ ูุนุดุฑูู ููู ูุงุ ุซู ูุฑุฑ ุงูุฅุดุงุฑุฉ ุฐุงุชูุง (ุซุงูููุง) ุฏูู ุฃู ูุทูู ูู ุงูู ุฑุฉ ุงูุซุงูุซุฉ ุดูุฆูุง ู ู ุฃุตุงุจุนู ุงูุนุดุฑุ ููููุฏ ุฃู ุงูุดูุฑ ูุฏ ูููู ุฃูุถูุง ุซูุงุซูู ููู ูุงุ ุฃู: ุฃูู ูููู ุชุงุฑุฉ ุชุณุนุฉ ูุนุดุฑูู ูุชุงุฑุฉ ุซูุงุซูู.
ููุฐุง ููู ุงููุณุงุฆู ุชูุณูุฑ ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุนู ุดุนุจุฉ ุนู ุฌุจูุฉ ุจู ุณุญูู ุนู ุงุจู ุนู ุฑ.
ููุฐูู ููุณ ูุฐุง ูู ูู ุดูุก ู ู ุงูุฑูุงูุงุช ุงููุงุฑุฏุฉ ูู ูุฐุง ุงูู ูุถูุนุ ูุงูุฑูุงูุฉ ุงูุชู ุฃูู ูุช ุงูุตูุฑุฉุ ูุฃูุถุญุช ุงูุนูุฉุ ูุงุฑุชุจุทุช ุฃุฌุฒุงุก ู ุง ูุฑุฏ ุนู ุงูุฑุณูู -๏ทบ- ูู ูุฐุง ุงูุดุฃู ุจุนุถูุง ุจุจุนุถุ ูู ู ุง ุฃุฎุฑุฌู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ูุฃุญู ุฏ ูุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงููุณุงุฆู (ูุงูููุธ ููุจุฎุงุฑู) ุฃู ุฑุณูู ุงููู -๏ทบ- ูุงู: โุฅูุง ุฃู ุฉ ุฃู ูุฉ ูุง ููุชุจ ููุง ูุญุณุจุ ุงูุดูุฑ ููุฐุง ูููุฐุงโ ูุนูู ู ุฑุฉ ุชุณุนุฉ ูุนุดุฑููุ ูู ุฑุฉ ุซูุงุซููุ ููููู ุฃูุฑุฏูุง ุฐูู ูู ูุชุงุจ ุงูุตูู . ููุฏ ุฃุฎุฑุฌู ุฃุญู ุฏ ุนู ุงุจู ุนู ุฑ.
ููุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุงููุจูู ูู ุนู ุงุฏ ุงูุฎูู ุฉุ ูุจูุช ุงููุตูุฏ ูู ู ูุถูุนูุง ูุฐุงุ ููุฏ ุนูู ุฑุณูู ุงููู -๏ทบ- ุฃู ุฑู ุจุงุนุชู ุงุฏ ุฑุคูุฉ ุงูููุงู ุฑุคูุฉ ุจุตุฑูุฉ ูุจุฏุก ุงูุตูู ูุงูุฅูุทุงุฑ ุจุฃูู ู ู ุฃู ุฉ ุฃู ูุฉ ูุง ุชูุชุจ ููุง ุชุญุณุจุ ูู ุง ู ู ุณุจูู ูุฏููุง ูู ุนุฑูุฉ ุญููู ุงูุดูุฑ ูููุงูุชู ุฅูุง ุฑุคูุฉ ุงูููุงู ุงูุฌุฏูุฏุ ู ุง ุฏุงู ุงูุดูุฑ ุงููู ุฑู ูููู ุชุงุฑุฉ ุชุณุนุฉ ูุนุดุฑูู ูุชุงุฑุฉ ุซูุงุซูู. ููุฐุง ู ุง ููู ู ุดุฑุงุญ ุงูุญุฏูุซ ู ู ูุฐุง ุงููุต.
ูุงู ุงูุญุงูุธ ุงุจู ุญุฌุฑ ูู ูุชุญ ุงูุจุงุฑู: โูุง ููุชุจ ููุง ูุญุณุจโ (ุจุงูููู ูููู
ุง)ุ ูุงูู
ุฑุงุฏ ุฃูู ุงูุฅุณูุงู
ุงูุฐูู ุจุญุถุฑุชู ูู ุชูู ุงูู
ูุงูุฉุ ููู ู
ุญู
ูู ุนูู ุฃูุซุฑูู
ุ ูุฃู ุงููุชุงุจุฉ ูุงูุช ูููู
ููููุฉ ูุงุฏุฑุฉ. ูุงูู
ุฑุงุฏ ุจุงูุญุณุงุจ ุงููููู ููุง ุญุณุงุจ ุงููุฌูู
ูุชุณููุฑูุงุ ููู
ูููููุง ูุนุฑููู ู
ู ุฐูู ุฃูุถูุง ุฅูุง ุงููุฒุฑ ุงููุณูุฑุ ูุนูู ุงูุญูู
ุจุงูุตูู
ูุบูุฑู ุจุงูุฑุคูุฉ ูุฑูุน ุงูุญุฑุฌ ุนููู
ูู ู
ุนุงูุงุฉ ุญุณุงุจ ุงูุชุณููุฑ.
ุฃุถุงู ุงุจู ุญุฌุฑ ุจุนุฏ ุฐูู ูุงุฆูุงู: โูุงุณุชู
ุฑ ุงูุญูู
ูู ุงูุตูู
ููู ุญุฏุซ ุจุนุฏูู
ู
ู ูุนุฑู ุฐููุ ุจู ุธุงูุฑ ุงูุณูุงู ูุดุนุฑ ุจููู ุชุนููู ุงูุญูู
ุจุงูุญุณุงุจ ุงููููู ุฃุตูุงูโ.[1]
ูุงูุนููู ูู โุนู ุฏุฉ ุงููุงุฑูโ ูุฏ ุนูู ุชุนููู ุงูุดุงุฑุน ุงูุตูู ุจุงูุฑุคูุฉ ุฃูุถูุง ุจุนูุฉ ุฑูุน ุงูุญุฑุฌ ูู ู ุนุงูุงุฉ ุญุณุงุจ ุงูุชุณููุฑ ูู ุง ููููุงู ุนู ุงุจู ุญุฌุฑ. ูููู ุงูุนููู
