Kyoto, Jepang — Musyawarah Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kyoto berhasil diselenggarakan pada Ahad, 5 Juli 2026, bertepatan dengan 20 Muharam 1448 H, bertempat di Kyoto Central Masjid (KCM). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, sebagai bentuk komitmen untuk mengakomodasi seluruh peserta dalam proses musyawarah.

Musyawarah dihadiri oleh tujuh peserta, yaitu Ikhlasul Amal, Romi Hamfrisa Putra, Oky Primaroni, Berry Fakhry Hanifa, Abdul Basith Fithroni, Raynova Rahmadan, dan Muhammad Isma’il Hamidy. Suasana musyawarah berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat, dan komitmen untuk memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah di wilayah Kyoto dan sekitarnya.

Melalui proses musyawarah, peserta secara mufakat menetapkan susunan kepengurusan PRIM Kyoto periode 2026–2028 sebagai berikut:

  • Ketua: Ikhlasul Amal
  • Sekretaris: Romi Hamfrisa Putra
  • Bendahara: Raynova Rahmadan

Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Ikhlasul Amal resmi diamanahkan sebagai Ketua PRIM Kyoto periode 2026–2028.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCIM Jepang menyampaikan pesan mengenai pentingnya melihat dakwah di Jepang sebagai sebuah proses perintisan. Berbeda dengan Indonesia yang telah memiliki ekosistem dakwah yang mapan, dakwah di Jepang memerlukan kesabaran, ketekunan, serta strategi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu wadah perjuangan yang dapat menjadi sarana dakwah melalui pendekatan kelembagaan dan organisasi. Antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Shalat Idulfitri yang diselenggarakan Muhammadiyah beberapa waktu lalu menunjukkan besarnya potensi dakwah di kawasan Kyoto, Osaka, dan wilayah Kansai secara umum. Selain itu, banyaknya masyarakat muslim yang membutuhkan pendampingan, baik dalam aspek keagamaan, sosial, maupun kehidupan sehari-hari, menjadi peluang sekaligus amanah bagi Muhammadiyah untuk terus menghadirkan manfaat bagi umat.

Oleh karena itu, pembentukan PRIM Kyoto diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun gerakan dakwah yang berkelanjutan. Sesuai arahan Ketua PCIM Jepang, Ustaz Mujahidin, gerakan yang dilakukan hendaknya dimulai dari hal-hal yang paling mendasar, dilaksanakan secara bertahap, dan tidak tergesa-gesa sehingga mampu memberikan dampak yang nyata.

Sementara itu, Ketua PRIM Kyoto terpilih, Ikhlasul Amal, menyampaikan bahwa perjalanan dakwah Muhammadiyah di Jepang masih sangat panjang. Menurutnya, masih banyak perjuangan para pendahulu yang perlu dilanjutkan dan dikembangkan bersama.

“Muhammadiyah harus mampu merangkul seluruh umat Islam yang ada di Jepang tanpa membedakan latar belakang. Kita juga perlu menjadikan etos kerja, kedisiplinan, dan budaya keteraturan masyarakat Jepang sebagai cerminan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, disiplin, dan tanggung jawab. Semoga PRIM Kyoto menjadi awal yang baik bagi berkembangnya dakwah Muhammadiyah di Kyoto,” ungkapnya.

Pembentukan PRIM Kyoto diharapkan menjadi tonggak awal bagi penguatan dakwah Muhammadiyah di wilayah Kyoto dan sekitarnya. Dengan semangat kolaborasi, ukhuwah Islamiyah, dan nilai-nilai Islam Berkemajuan, PRIM Kyoto diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat muslim Indonesia maupun masyarakat internasional di Jepang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *