Kitakyushu, Jepang – Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Fukuoka kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kaderisasi dan dakwah diaspora melalui penyelenggaraan kegiatan Baitul Arqam bertema “Harmoni, Kepemimpinan, dan Kolaborasi” pada 2–3 Mei 2026 di Kitakyushu Islamic Cultural Center (KICC), Fukuoka, Jepang.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kyushu, seperti Fukuoka, Kumamoto, hingga Prefektur Saga. Suasana hangat penuh ukhuwah terasa sejak awal kegiatan, mempertemukan mahasiswa, pekerja, serta warga Muhammadiyah Indonesia di Jepang dalam satu ruang pembinaan yang sarat nilai keislaman, kepemimpinan, dan kebersamaan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KICC, Bapak Muhammad Subhan, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta pentingnya memperkuat sinergi antar komunitas Muslim di Jepang. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberadaan organisasi Islam diaspora tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan representasi Islam yang damai serta berkontribusi positif bagi masyarakat Jepang.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari jajaran PCIM Jepang. Materi Al-Islam disampaikan oleh Mujahiddin Ahmad, Ketua PCIM Jepang, yang menegaskan bahwa Islam tidak cukup dipahami hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga harus dihadirkan sebagai nilai yang membawa manfaat dan keteladanan sosial di tengah masyarakat. Beliau juga menyampaikan pentingnya memahami fiqih dan manhaj Muhammadiyah dalam konteks Islam Berkemajuan, terutama ketika hidup di lingkungan masyarakat Jepang yang plural, disiplin, dan maju secara peradaban.
Selanjutnya, materi Kemuhammadiyahan disampaikan oleh Berry Fakhry Hanifa, Wakil Ketua PCIM Jepang bidang Majelis Pendidikan dan Kader, yang hadir langsung dari Kyoto. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah dan tajdid yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin melalui pendekatan dakwah yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Menurutnya, konteks Jepang justru menjadi ruang strategis bagi Muhammadiyah untuk menunjukkan wajah Islam yang moderat, rasional, berkemajuan, serta mampu hidup harmonis di tengah masyarakat multikultural.
Sementara itu, materi Keorganisasian dan Kepemimpinan disampaikan oleh Indra Arifianto, yang menyoroti pentingnya membangun organisasi diaspora yang berbasis sistem, kaderisasi, dan ideologi. Dalam sesi tersebut disampaikan bahwa tantangan utama organisasi diaspora adalah tingginya mobilitas anggota, sehingga keberlanjutan gerakan tidak boleh bergantung pada figur semata. Organisasi yang sehat, menurutnya, harus memiliki keseimbangan antara sistem yang kuat, kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan, dan program yang berkelanjutan.

Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas spiritual dan kebersamaan, seperti qiyamul lail, shalat berjamaah, dan tadabbur Al-Qur’an setelah Subuh. Momentum ini menjadi ruang refleksi dan penguatan ruhiyah peserta di tengah dinamika kehidupan diaspora yang penuh tantangan.
Kegiatan Baitul Arqam ini juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai masa depan dakwah Muhammadiyah di Jepang. Salah satu wacana yang mulai mengemuka adalah pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pertama di Fukuoka, yakni MIJCC (Muhammadiyah Indonesia–Japan Cultural Center). Gagasan ini dipandang sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat eksistensi Muhammadiyah di Jepang melalui pendekatan dakwah berbasis pelayanan, pendidikan, pembinaan komunitas, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia maupun masyarakat lokal Jepang.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PRIM Fukuoka berharap semangat kaderisasi dan kolaborasi di kalangan diaspora Muhammadiyah dapat terus tumbuh dan berkembang. Baitul Arqam tidak hanya menjadi forum pembinaan internal, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat global, khususnya di Negeri Sakura.
