Ahad, 4 Mei 2025 – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Workshop Manajemen Organisasi yang menghadirkan narasumber ahli, Dr. Mega Hidayati. Acara yang dilaksanakan secara daring dan luring ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi berbasis prinsip Good Organizational Governance.

Acara dibuka dengan beberapa sambutan diantaranya Ketua PCI Muhammadiyah Jepang, Ketua PRIM Fukuoka, Ketua Musfuk Kmi Fukuoka dan Sesepuh KMI Fukuoka Bapak Barkah Rangkuti.

Dalam pemaparannya, Dr. Mega Hidayati menekankan enam prinsip utama tata kelola organisasi yang baik, yakni transparansi, akuntabilitas, partisipasi, kehadiran dan inklusifitas, responsivitas, serta efektivitas dan efisiensi. “Transparansi itu kunci. Informasi harus terbuka dan mudah diakses oleh semua pihak,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi lintas elemen, termasuk WNI, pemerintah Jepang, komunitas Muslim, hingga warga Muhammadiyah.

Responsivitas organisasi, menurutnya, bergantung pada sejauh mana organisasi mampu mengidentifikasi kebutuhan para pemangku kepentingan (stakeholder). Selain itu, efektivitas dan efisiensi harus disesuaikan dengan kapasitas SDM yang ada, serta perlu adanya identifikasi kompetensi agar organisasi berjalan optimal.

Dalam sesi implementasi, Dr. Mega Hidayati menekankan pentingnya kebijakan yang jelas, pelibatan stakeholder dalam proses pengambilan keputusan, serta pelaksanaan audit dan evaluasi berkala. “Audit bukan hanya soal keuangan, tapi juga mendengarkan hambatan dan kekuatan organisasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Workshop ini juga memperkenalkan pendekatan Key Performance Indicator (KPI) sebagai tolok ukur pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi, baik yang bersifat umum maupun spesifik. KPI yang baik, jelas Dr. Mega Hidayati, harus specific, measurable, achievable, reliable, dan time-bound.

Tidak kalah penting, peserta juga diperkenalkan pada sistem Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS). Sistem ini menekankan pentingnya komitmen pimpinan dalam menjalankan rencana organisasi yang terintegrasi antara perencanaan, pemrograman, dan penganggaran. Melalui PPBS, organisasi diharapkan mampu secara profesional menjawab tantangan internal maupun eksternal.

Workshop ini ditutup dengan penekanan pada siklus implementasi berbasis prinsip Plan-Do-Check-Act yang menjadi panduan praktis dalam pengelolaan organisasi modern.

PCIM Jepang menyampaikan harapannya agar materi ini dapat segera diimplementasikan oleh seluruh anggota dan simpatisan dalam rangka memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat internasional.

Di penghujung acara Workshop, PCIMJ mendapat kehormatan dgn hadirnya Atase Pensos KBRI Tokyo Bapak Muhammad Al Aula. Beliau membuka forum diskusi bersama peserta Workshop dan menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi untuk kemajuan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *