Oleh: Berry Hanifa

Jepang — Majelis Pendidikan dan Kader Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Seminar Pencerahan: Memahami Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah” pada Ahad, 1 Maret 2026 melalui platform Zoom. Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Muhammad Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D.

Ketua PCIM Jepang, Mujahidin Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari ikhtiar dakwah intelektual Muhammadiyah di kalangan diaspora Indonesia di Jepang. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas pemahaman masyarakat Muslim mengenai pentingnya kesatuan sistem kalender Islam di tingkat global.

Dalam pemaparannya, Ustadz Rofiq menegaskan bahwa adopsi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) merupakan mandat sejarah sekaligus hutang peradaban bagi umat Islam di era global saat ini.

“Di dunia yang semakin tanpa batas, umat Islam memerlukan kepastian waktu ibadah yang bersifat global. Karena itu, KHGT menjadi salah satu ikhtiar penting untuk menghadirkan sistem kalender Islam yang berlaku secara universal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep wujudul hilal yang selama ini digunakan Muhammadiyah merupakan tahap penting dalam perkembangan ijtihad penentuan kalender Islam. Namun menurutnya, gagasan KHGT menandai lompatan evolusi ijtihad dari skala lokal menuju skala global.

Ustadz Rofiq juga menyoroti problematika fikih Ramadan lintas negara. Dalam praktik yang ada saat ini, seorang Muslim yang melakukan perjalanan antarnegara berpotensi mengalami jumlah hari puasa yang tidak normal.

“Seseorang yang berpindah negara bisa saja hanya berpuasa 28 hari, atau bahkan 31 hari, jika penetapan awal Ramadan sepenuhnya bergantung pada ijtihad lokal,” jelasnya.

Menurutnya, kerancuan penanggalan tidak hanya berdampak pada awal dan akhir Ramadan, tetapi juga dapat berimplikasi pada berbagai momentum ibadah penting lainnya. Di antaranya penentuan malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan, pelaksanaan puasa Arafah, waktu wukuf di Arafah, hingga rangkaian ibadah haji secara keseluruhan.

Dalam konteks tersebut, ia menegaskan prinsip dasar KHGT yaitu “satu umat, satu hari, satu tanggal.” Ia mengutip pandangan Imam Ash-Shan’ani yang menyatakan bahwa standar hari raya pada hakikatnya merupakan kesepakatan kolektif umat. Selain itu, mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali juga cenderung mendukung konsep ittihadul mathali’ atau kesatuan wilayah penentuan hilal.

“Dalam pandangan ini, jika hilal terlihat di wilayah barat, maka wilayah di timurnya berkewajiban mengikutinya. Islam tidak mengenal batas negara dalam penentuan waktu ibadah karena umat Islam adalah satu kesatuan global,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendudukkan hadis Kuraib dalam konteks historisnya. Pada masa lalu, rukyat menjadi metode utama karena keterbatasan sains dan teknologi dalam menyampaikan informasi lintas wilayah. Namun pada era modern, keterbatasan tersebut telah banyak teratasi oleh kemajuan astronomi dan teknologi komunikasi.

Mengutip pandangan Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, ia menyatakan bahwa menjadikan keterbatasan teknologi masa lalu sebagai dalil teologis di era astronomi modern tidak sejalan dengan semangat Islam yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Rofiq juga memaparkan empat pilar operasional Kalender Hijriyah Global Tunggal, yaitu:
(1) hisab presisi berbasis astronomi modern,
(2) prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia,
(3) kesatuan mathla’ secara global, dan
(4) penggunaan garis bujur 180 derajat atau International Date Line sebagai batas pergantian hari dalam kalender Hijriyah global.

Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta dari berbagai kalangan, khususnya diaspora Indonesia di Jepang. Melalui kegiatan ini, PCIM Jepang berharap pemahaman mengenai Kalender Hijriyah Global Tunggal semakin luas sekaligus mendorong terwujudnya kesatuan sistem waktu ibadah umat Islam di tingkat global.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *