Oleh: Nadien Aulia Rahmadani
Di tengah hawa dingin Jepang, aroma rempah Indonesia menyapa dan menghangatkan siapa saja yang berada di Masjid Tsukuba, menciptakan suasana yang saling melengkapi antara cuaca luar yang dingin dengan kehangatan di dalam masjid yang penuh dengan keberagaman dan kebersamaan.
Melalui Program Ramadhan Global Experience, kami berdua siswi madrasah Mu’allimaat Yogyakarta ditempatkan di Tsukuba, Jepang untuk membantu dan menyaksikan bagaimana umat Islam dari berbagai latar belakang bersatu dalam keberagaman, menjadi saksi atas persatuan yang terjalin di tengah bulan suci Ramadhan.
Di antara berbagai pilihan hidangan, masakan Indonesia menjadi yang paling ditunggu-tunggu oleh jamaah masjid Tsukuba, lauk yang disajikan adalah ayam bakar, sambal pedas, salad makaroni, puding buah, dan kroket renyah, cita rasa yang dapat diterima oleh para jamaah Masjid Tsukuba dari berbagai negara, menjadi jembatan yang dapat menyatukan selera lokal dan internasional.
Acara Iftar Akbar tersebut dihadiri oleh kurang lebih 650 porsi yang disantap oleh jamaah dari berbagai negara, menciptakan pemandangan yang luar biasa di mana perbedaan bahasa dan budaya tidak menjadi penghalang untuk berbagi piring yang sama, dan momen istimewa ini bahkan mendapat liputan langsung dari TV One yang turut mengabadikan kebersamaan tersebut.
Kebersamaan ini semakin terasa ketika ada non-Muslim yang turut serta berbuka puasa, sebuah momen yang sangat berkesan karena mereka tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga untuk belajar dan merasakan langsung bagaimana Islam mengajarkan kasih sayang dan keramahan kepada siapa saja yang hadir di sana.
Pada kegiatan ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi antarumat beragama, di mana kehangatan yang tercipta dari 650 porsi makanan tersebut akan terus dikenang sebagai bukti bahwa persaudaraan tidak mengenal batas negara maupun agama.
