Oleh: Ahmad Sururi Al Ghoffar
Kitakyushu – Udara dingin menyelimuti kota Kitakyushu pada Rabu, 4 Maret 2026. Namun suhu yang rendah tidak mengurangi kehangatan silaturahmi ketika Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang (PCIM Jepang), Mas Mujahid, berkunjung menemui para peserta program RGE Mu’allimin di Kitakyushu Islamic Cultural Center (KICC).
Kunjungan tersebut menjadi momen berharga untuk memastikan para siswa yang menjalankan amanah dakwah Ramadhan di Jepang berada dalam kondisi sehat, nyaman, dan tetap bersemangat menjalankan aktivitas mereka.
Setibanya di masjid, Mas Mujahid menyapa para siswa dengan hangat dan menanyakan berbagai kegiatan yang mereka lakukan selama berada di Kitakyushu. Suasana pertemuan berlangsung akrab, seolah mengobati rasa rindu akan suasana tanah air.
Dalam kesempatan itu, dua siswa Mu’allimin, Ghofar dan Faiq, menceritakan pengalaman mereka selama menjalankan program RGE. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan ibadah, tetapi juga turut berperan aktif dalam pelayanan keagamaan di masjid.
“Alhamdulillah kami mendapat kesempatan menjadi imam sholat dan juga menyampaikan ceramah setelah tarawih,” ungkap mereka.
Selain itu, mereka juga belajar menjalani kehidupan yang lebih mandiri. Untuk kebutuhan ifthar dan sahur, keduanya menyiapkan sendiri makanan yang akan mereka konsumsi. Terkadang makanan diberikan oleh jamaah masjid yang penuh kepedulian, namun pada kesempatan lain mereka juga membeli bahan makanan sendiri sesuai kebutuhan dan selera.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi mereka, tidak hanya dalam berdakwah tetapi juga dalam membangun kemandirian serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru yang jauh dari tanah air.
Dalam pertemuan itu, Mas Mujahid juga berbagi cerita mengenai berbagai program yang sedang diinisiasi oleh PCIM Jepang. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah menghadirkan amal usaha Muhammadiyah yang diharapkan dapat menjadi pusat dakwah dan kegiatan umat Islam Indonesia di Jepang.
“Inisiasi ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas dakwah Muhammadiyah di Jepang,” jelasnya.
Mendengar rencana tersebut, Ust. Solikhin yang mendampingi para siswa dalam program ini menyampaikan doa dan harapannya.
“Semoga amal usaha yang menjadi inisiasi dan inovasi PCIM Jepang ini diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT dalam proses mewujudkannya. Harapannya, PCIM Jepang dapat memiliki amal usaha yang kuat sebagaimana PCIM di berbagai negara lain seperti Mesir, Australia, dan Malaysia,” tuturnya.
Sementara itu, para siswa Mu’allimin juga menyampaikan harapan mereka terhadap program RGE yang sedang mereka jalani. Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang.
“Kami berharap di tahun-tahun yang akan datang Mu’allimin terus mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan RGE di Jepang, sehingga semakin banyak siswa yang dapat merasakan pengalaman berdakwah sekaligus belajar kehidupan di negeri ini,” ungkap mereka.
Menjelang akhir pertemuan, kebersamaan tersebut dilanjutkan dengan perjalanan bersama menuju dataran tinggi di kawasan Kitakyushu. Dari tempat itu, mereka menikmati pemandangan kota yang indah dari ketinggian. Di tengah udara dingin yang menusuk, percakapan hangat tentang pengalaman sehari-hari dan aktivitas dakwah tetap mengalir dengan penuh keakraban.
Momen kebersamaan itu pun diabadikan dalam beberapa foto sebagai kenangan berharga.
Di negeri yang jauh dari tanah air, pertemuan sederhana itu menjadi penguat semangat bagi para siswa. Bahwa dari sebuah masjid di kota Kitakyushu, langkah kecil dakwah generasi muda Muhammadiyah terus bergerak—menebarkan nilai Islam berkemajuan dan memperluas cahaya kebaikan hingga ke penjuru dunia.
