Oleh: Ahmad Sururi Al Ghoffar

Fukuoka, Jepang – Program Ramadhan Global Experience (RGE) Japan kembali menghadirkan kisah pengabdian yang menginspirasi. Tahun ini, dua kader terbaik Mu’allimin mendapatkan amanah dakwah internasional di Prefektur Fukuoka Prefecture, Jepang bagian selatan, sebuah wilayah yang menjadi bagian penting dari perkembangan komunitas Muslim di Jepang.

Adalah Ahmad Sururi Al Ghoffar, kader tingkat 4, dan Faiq Abiyyu Zuhri, kader tingkat 5, yang dipercaya untuk menjalankan misi pengabdian tersebut. Keduanya ditempatkan di Kitakyushu Islamic Cultural Center (KICC) yang berlokasi di wilayah pinggiran kota Kitakyushu. Di pusat kegiatan Islam inilah mereka mengemban peran sebagai imam, khatib, pengisi kajian, sekaligus pelayan umat selama bulan suci Ramadhan.

Berada di negeri dengan Muslim sebagai minoritas tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Jumlah jamaah harian di KICC relatif terbatas. Pada waktu Isya dan Tarawih, jamaah yang hadir rata-rata tidak lebih dari dua belas orang. Mayoritas Muslim di wilayah ini adalah pelajar dan pekerja migran dari berbagai negara yang tinggal cukup jauh dari masjid. Aktivitas akademik dan profesional yang padat, ditambah keterbatasan akses transportasi, membuat kehadiran jamaah lebih dominan pada kegiatan besar seperti shalat Jumat atau acara grand ifthar.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Ahmad dan Faiq. Justru di tengah keterbatasan itulah mereka belajar tentang makna ketulusan dalam dakwah. Setiap azan yang dikumandangkan, setiap rakaat yang diimami, menjadi bukti bahwa cahaya Islam tetap bersinar meski dalam jumlah yang sederhana.

Sebagai bentuk inovasi dan respons atas kondisi geografis serta kesibukan jamaah, keduanya tengah merancang program pengajian daring melalui platform Zoom. Program ini diharapkan dapat menjembatani keterbatasan jarak dan waktu, sehingga jamaah tetap dapat mengikuti majelis ilmu secara fleksibel. Gagasan lanjutan seperti tadarus bersama “One Day One Juz” secara daring juga menjadi bagian dari rencana penguatan ruhiyah komunitas Muslim KICC.

Selain itu, terdapat wacana untuk menyelenggarakan program pembinaan anak-anak Muslim, seperti pesantren kilat Ramadhan. Namun untuk tahap awal, fokus diarahkan pada penguatan program harian serta pemetaan kebutuhan komunitas agar setiap langkah dakwah benar-benar kontekstual dan berkelanjutan.

Ramadhan Global Experience Japan menjadi bukti bahwa kader Mu’allimin tidak hanya ditempa untuk berdakwah di dalam negeri, tetapi juga siap menjawab tantangan global. Dari masjid kecil di pinggiran Fukuoka, Ahmad Sururi Al Ghoffar dan Faiq Abiyyu Zuhri sedang menorehkan jejak pengabdian—bahwa dakwah adalah tentang kehadiran, keteladanan, dan kesungguhan melayani umat.

Pesan untuk Kader Mu’allimin

Wahai kader Mu’allimin, belajarlah dari perjalanan ini. Dakwah tidak selalu tentang keramaian dan gemerlap panggung. Kadang ia hadir dalam saf kecil, dalam jamaah belasan orang, di negeri yang jauh dari tanah kelahiran. Tetapi justru di situlah kualitas kader diuji.

Jadilah pribadi yang adaptif, inovatif, dan berjiwa pelayan umat. Manfaatkan teknologi, pahami kultur setempat, dan hadirkan Islam yang ramah serta mencerahkan. Di mana pun kalian ditempatkan—di desa terpencil atau di negeri sakura—jadilah cahaya.

Karena sejatinya, kader Mu’allimin bukan hanya pelajar ilmu, tetapi penjaga nyala peradaban.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *